The Green School

The Green School
Jl. Jatiluhur Bloh H/4 Komplek Baranang Siang Indah

Kamis, 24 Februari 2011

Bokashi


Pengertian Bokashi

Bokashi adalah Bahan Organik Kaya akan Sumber Hayati. Bokashi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian (pupuk kandang, jerami, sampah, sekam serbuk gergaji, rumput dll.) dengan menggunakan EM-4. EM-4 (Efektif Microorganisme-4) merupakan bakteri pengurai dari bahan organik yang digunakan untuk proses pembuatan bokashi, yang dapat menjaga kesuburan tanah sehingga berpeluang untuk meningkatkan produksi dan menjaga kestabilan produksi. Bokashi selain dapat digunakan sebagai pupuk tanaman juga dapat digunakan sebagai pakan ternak.
Pupuk Bokashi merupakan salah satu pupuk organik yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan penggunaan pupuk bokashi diharapkan dapat membantu menyuburkan tanaman, mengembalikan unsur hara dalam tanah, sehingga kesuburan tanah tetap tejaga dan ramah lingkungan.
Pembuatan bokashi sangat perlu untuk diterapkan, karena merupakan teknologi baru yang tepat guna, dengan biaya murah serta mudah dilaksanakan dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah pertanian yang ada.

Masalah dalam Sektor Pertanian
Petani seringkali dihadapi oleh masalah tingkat penurunan kesuburan tanah secara berangsur-angsur yang dirasakan saat menjelang datangnya panen. Hal ini nampak dengan penurunan hasil panen tanaman pangan dari tahun ke tahun dan musim ke musim. Kondisi seperti itu memang wajar terjadi karena pemeliharaan kualitas tanah yang tidak terjaga dengan baik khususnya dalam pemeliharaan tanah. Salah satu faktor penyebabnya adalah pemakaian pupuk kimia yang berlebih sehingga mencemari tanah, terjadinya erosi tanah akibatnya lapisan humus tercuci, dan terjadi perubahan struktur kemunduran tanah secara bertahap.
Pupuk organik yang di dalamnya terdapat bahan organik berpengaruh terhadap pasokan unsur hara tanah disamping juga menjaga sifat fisik, biologi dan kimia tanah. Peranan pupuk organik yang didalamnya terdapat bahan-bahan organik terhadap sifat fisik tanah meliputi struktur, konsistensi, porositas, daya mengikat air, dan menjaga ketahanan tanah terhadap erosi. Pupuk organik dengan bahan organik merupakan salah satu pembentuk agregat tanah yang mempunyai peran sebagai bahan perekat antar partikel tanah. Komponen asam humat dan asam fulvat sebagai sementasi partikel tanah membentuk logam-humus. Pada tanah pasir pupuk organik mampu berperan sebagai pembentuk struktur tanah dari bentuk tunggal ke gumpal yang bermanfaat untuk mencegah porositas tinggi.

 
Macam-Macam Bokashi
Bokashi terdiri dari beberapa macam yaitu :
       Bokashi sebagai pupuk tanaman
Ø Bokashi pupuk kandang
Ø Bokashi pupuk kandang arang
Ø Bokashi pupuk kandang tanah
Ø Bokashi jerami
Ø Bokashi cair
Ø Bokashi eksores 24 jam
Ø Bokashi
      Bokashi sebagai pakan ternak

Manfaat
  Manfaat Bokashi :
·      Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanam.
·      Kandungan hara dalam pupuk bokashi lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kompos.
·      Periode tumbuh pada tanaman lebih cepat.
·  Peningkatan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan seperti mycorhiza, rhizobium, bakteria pelarut fosfat dll.
·      Menghambat pertumbuhan hama dan penyakit yang merugikan tanaman.
·      Bila bokashi dimasukan ke dalam tanah, bahan organiknya dapat digunakan sebagai substrat oleh mikroorganisme, efektif untuk berkembang biak dalam tanah, sekaligus sebagai tambahan persediaan unsur hara bagi tanaman.

  Manfaat EM-4 :
·      Memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah.
·  Meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menekan aktivitas hama dan mikroorganisme pathogen.
·      Meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi tanaman.
·      Mempercepat proses fermentasi pada pembuatan bokashi.
 
Cara Membuat Bokashi
1.    Bokashi sebagai pupuk tanaman :
Ø Bokashi pupuk kandang (untuk 1 ton)
Bahan :
·      Pupuk kandang (kotoran hewan ternak: sapi, kambing, kerbau dll)
·      Sekam/katul (dedak padi kasar) 50 kg
·      EM-4 1 liter
·      Kapur pertanian 1 sak/50 kg
·      Tetes tebu atau larutan gula merah (gula jawa), 1 kg/1 liter air
·      Pasir kayu (gerajen) secukupnya
·      Dolomit
·      Jika ditambahkan Mol 0,5 liter akan lebih bagus
·      Dapat pula ditanbahkan Febrio Powder 1 kg untuk menambah kualitas
·      Air secukupnya.

Alat-alat :
·      Bak besar/ember
·      Cangkul
·      Sekop
·      Gayung
·      Terpal atau karung goni
·      Gembor sebagai alat untuk penyiraman
·      Ayak besar atau mesin penghancur (crusher)
Sebelum proses pembuatan, bahan baku yang berupa pupuk kandang perlu dikering-anginkan terlebih dahulu.


Tahapan pembuatan :
1)   Pupuk kandang (yang telah dikering-anginkan) dicangkul, diratakan ditanah kira-kira setinggi 30cm.
2)   Pasir kayu (gerajen), kapur dan sekam ditaburkan di atas tumpukan tanah (pupuk) tadi sedikit demi sedikit hingga merata.
3)   Siapkan bak besar untuk mencampur 1 botol EM-4 dan tetes tebu dan ditambah air secukupnya, campurkan dan aduk hingga rata.
4)   Larutan dari pencampuran EM-4 dll tadi diletakan ke dalam gembor, agar proses penyiraman lebih merata.
5)   Siramkan larutan dari campuran EM-4 dll tadi, lakukan hingga kandungan air di adonan mencapai 30 - 40%. Tandanya, bila campuran dikepal, air tidak keluar dan bila kepalan dibuka, adonan tidak buyar.  Setelah proses pencampuran, cangkul hingga merata.
6)   Pinggirkan sedikit yang sudah jadi, lalu buat lagi menurut kebutuhan. Setelah semuanya selesai tutup dengan terpal atau lainnya.

Proses fermentasi membutuhkan air, udara dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu 14-21 hari. Agar suhu adonan tidak terlalu panas akibat fermantasi yang terjadi adonan dibuka dan diaduk 5 jam sekali setiap hari untuk mengetahui suhunya, sehingga suhu dapat dipertahankan pada kisaran 45-50oC. Apabila kurang panas disemprot dengan air yang dicampur tetes gula dan EM-4. Begitu pula seterusnya, sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan jika dipegang tidak panas lagi.
Proses penutupan bisa dilakukan dengan terpal atau lainnya, asalkan jangan dengan plastik karena dapat mengakibatkan air tidak bisa menguap, menjadi bau lalu panas, dan jika plastik tersebut panas dikarenakan terjadinya proses fermentasi, pada pupuk tersebut akan terjadi pengembunan, dan jika embunnya tidak bisa hilang maka pupuk tersebut akan berair dan menjadi busuk, jika terjadi pembusukan pada pupuk maka pembuatan berarti gagal.
Ciri-ciri apabila sudah menjadi pupuk adalah hangat dan hitam. Struktur tanah nya seperti jeli, dikarekan adanya campuran gerajen dan sekam.
Setelah jadi, bokashi diayak atau diselep (dihancurkan) dengan keadaan harus kering. Agar lebih cepat, pengahancuran bokashi dapat dilakukan dengan mesin penghancur (Crusher).

Ø Bokashi pupuk kandang arang
Bahan :
·      Pupuk kandang                                   : 300 kg
·      Dedak/katul                                         : 10 kg
·      Sekam/serbuk gergajian (arang)          : 200 kg
·      Gula pasir                                            : 10 sendok makan
·      EM-4                                                   : 200 ml/20 sendok makan
·      Air                                                       : 20 ltr
Alat-alat :
·      Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas
Tahapan pembuatan :
·      Cara pembuatan sama dengan yang di atas


Ø Bokashi pupuk kandang tanah
Bahan :
·      Pupuk kandang                                   : 10 kg
·      Tanah                                                   : 20 kg
·      Dedak/katul                                         : 10 kg
·      Sekam/serbuk gergajian (arang)          : 10 kg
·      Gula pasir                                            : 10 sendok makan
·      EM-4                                                   : 100 ml/10 sendok makan
·      Air                                                       : secukupnya

Alat-alat :
·      Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas
Tahapan pembuatan :
·      Cara pembuatan sama dengan yang di atas

Ø Bokashi jerami
Bahan :
·      Jerami/rumput             : 200 kg (dipotong-potong + 10 cm)
·      Dedak/katul                 : 10 kg
·      Sekam padi                  : 100 kg
·      Gula pasir                    : 10 sendok makan
·      EM-4                           : 200 ml
·      Air                               : 20 ltr
Alat-alat :
·      Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas
Tahapan pembuatan :
·      Cara pembuatan sama dengan yang di atas


Ø Bokashi cair (untuk 200 liter)
Bahan :
·      Pupuk kandang (kotoran sapi, kanbing, kerbau, kelinci dll) 30 kg
·      Hijauan daun secukupnya
·      EM-4 1 liter
·      Gula pasir 1 kg
·      Terasi 1 kg
·      Air bersih 200 liter
·      Dapat pula ditambah 2 kg pupuk NPK untuk memper kaya nutrisi
Alat-alat :
·      Bak besar/ember
·      Drum plastik
·      Pengaduk
·      Penutup drum
Tahapan pembuatan :
1)   Pupuk kandang dihaluskan
2)   Larutkan gula pasir, tersi, EM-4 dan NPK kedalam air
3)   Campuran pupuk kandang dan larutan gula dimasukan ke dalam drum kemudian ditambahkan air hingga volumenya mencapai 200 liter
4)   Drum ditutup rapat, setiap hari dibuka dan diaduk selama 15 menit
5)   Bokashi cair akan siap digunakan setelah 5-7 hari.

Ø Bokashi ekspres 24 jam
Bahan :
·      Jerami kering, daun kering, serbuk gergajian dan bahan lainnya sebanyak 10 kg
·      Pupuk kandang sebanyak 5 kg (sudah jadi)
·      Dedak 1 kg C
·      Airan EM-4 dan gula

Alat-alat :
·      Alat-alat pembuatan sama dengan yang di atas
Tahapan pembuatan :
Cara pembuatan bokashi ekspres sama dengan cara pembuatan bokashi cair, hanya bahan-bahan yang akan difermentasikan dicampur dengan bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata. Proses fermentasi hanya berlangsung selama 24 jam dan sesudahnya bahan dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik.

Ø Bokashi (untuk 1 kw)
Bahan :
·      Pupuk kandang                       : 50 kg
·      Katul                                       : 10 kg
·      Sekam                                      : 15 kg
·      Jerami/serbuk gergajian           : 25 kg
·      Super Degra                            : 100 cc/ 5 tutup
·      Air                                           : secukupnya

Alat-alat :
·      Ember/bak                               : 2 buah
·      Pengaduk
·      Penutup/karung goni
Tahapan pembuatan :
1)   Super Degra dilarutkan dalam air
2)   Semua bahan dicampur sampai rata
3)   Larutan Super Degra disiramkan pada campuran bahan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk sampai rata
4)   Adonan ditutup dengan karung goni/dedaunan
5)   Setelah 2 hari dikontrol suhunya, bila terlalu panas tutup bisa dikurangi.
2.      Bokashi sebagai pakan ternak :


Manfaat : untuk pakan ternak ayam, itik dan babi. Dapat menekan biaya pakan sampai 30%.
Syarat     : kotoran ayam, kambing dan sapi dalam keadaan kering.
Ø Formula A
Bahan :
·      Kotoran ayam : 2 kg
·      Kotoran kambing : 1 kg
·      EM-4 :10 ml
·      Gula pasir/tetes tebu : 2 sendok makan
·      Tanah bubur/halus yang bersih : 1 genggam
·      Air : secukupnya/30%
Alat-alat :
·      Ember/bak
·      Pengaduk
·      Penutup
Tahapan pembuatan :
Semua bahan dicampur jadi satu dalam ember, difermentasikan selama 2-4 hari dalam keadaan tertutup rapat tanpa oksigen.

Ø Formula B
Bahan :
·      Formula A     : 10 kg
·      Dedak           :5 kg
·      Konsentrat    : 2 kg
·      Jagung           : 2 kg
Alat-alat :
·      Ember/bak
·      Pengaduk
Tahapan pembuatan :
Semua bahan dicampur jadi satu dan langsung dapat digunakan sebagai pakan ternak.
Cara penggunaan :
Untuk ayam petelur dapat diberikan setelah ayam berumur 3 bulan, dan hanya diberikan sebagai pakan tambahan.
@  Catatan : setiap bagian berdasarkan volume (ember/kaleng).

Dosis Pemakaian Bokashi
Ø Pupuk bokashi yang sudah jadi dapat digunakan secara langsung pada tanaman sebanyak 3-4 genggam per m
Ø Untuk tanah yang kering/kurang subur dapat digunakan lebih banyak
Ø Untuk tanaman padi dapat digunakan 1-2 ton per ha
Ø Untuk tanaman jagung dapat digunakan sebagai penutup lubang setelah tanam biji
  
Pengaruh Pemberian Bokashi pada Tanah
Bokashi berasal dari proses penguraian bahan-bahan organik yang bermanfaat untuk menyuburkan dan menyediakan unsur hara yang berguna bagi kelangsungan hidup tanaman.
 PPengaruh pada tanah antara lain :
ü Memperbaiki struktur dan tekstur tanah
ü Meningkatkan KTK (Kapasitas Tukar Kation)
ü Sebagai sumber unsur hara N, P dan S yang berguna untuk pertumbuhan tanaman
ü Meningkatkan aktifitas mikroba

 PPengaruh pada tanaman :
Untuk meningkatkan jumlah klorofil yang berguna membantu proses fotosintesis yang berpengaruh terhadap produksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar